skip to main |
skip to sidebar
Keutamaan Basmallah
Seuntai
kalimat yang sangat mulia, begitu mudah dilafalkan serta mendatangkan
keberkahan. Dengan basmalah Allah Ta’ala membuka kitabnya yang mulia,
dengan basmalah pula pembuka surat Nabi Sulaiman kepada Bilqis, dan
dengan basmalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam membuka
surat-suratnya kepada para raja untuk mengajak mereka melakukan
penghambaan diri hanya kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dengan membaca
basmallah semoga Allah melimpahkan kepada kita keberkahnnya serta
melindungi kita dari keburukan setan.
Keutamaan Basmalah
Membacanya dapat membuat setan menjadi kecil
Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya meriwayatkan dari seseorang
yang dibonceng oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata,
“Tunggangan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tergelincir, maka aku
katakan: ‘Celaka setan.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
‘Janganlah engkau mengucapkan ‘celakalah setan.’ Karena jika engkau
mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata: ‘dengan kekuatanku,
aku jatuhkan dia.’ Jika engkau mengucapkan bismillah, maka ia akan
menjadi kecil hingga seperti seekor lalat.’”(HR. Ahmad, Abu Daud dan
dishahihkan Al-Albani)
Ini merupakan berkah dari ucapan “Bismillah “
Disunnahkan membaca basmalah sebelum memulai pekerjaan.
Oleh karena itu disunnahkan membaca basmalah pada awal setiap
ucapan maupun perbuatan. Disunnahkan juga membacanya pada awal khuthbah.
Dan disunnahkan juga membaca basmalah sebelum masuk kamar mandi.
Tidak sempurna wudhu sebelum membaca basmalah
Berdasarkan hadist dalam musnad Imam Ahmad dan juga dalam kitab
Sunan dari riwayat Abu Huraira, Sai’id bin Zaid dan Abu Sa’id
radhiyallahu ‘anhum. Secara marfu’, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
“Tidak sah wudhu seseorang yang tidak
menyebut nama Allah Ta’ala (mengucap basmalah)” (HR. Ahmad, Abu Daud,
Ibn Majah, dan dishahihkan al-Albani)
Membaca Basmalah sebelum jima’ kelak anaknya akan dijauhkan dari gangguan setan.
Berdasarkan hadist dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim,
dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda,
“Seandainya salah seorang dari kalian
hendak mencampuri istrinya ia membaca : ‘Bismillah allahumma janibnasy
syaithaana wa janibisy syaithaana maa razaqtanaa (dengan menyebut nama
Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang
Engkau anugrahkan kepada kami),’ maka jika Allah menaqdirkan lahirnya
anak maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan selamanya.”
Menjauhkan rumah dari setan.
Dari Jabir radhyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Jika seseorang masuk kedalam rumahnya lalu ia menyebut asma Allah
Ta’ala saat ia masuk dan saat ia makan, maka setan berkata kepada
teman-temannya, ‘ tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada
makan malam.’ Dan jika ia masuk, tanpa menyebut asma Allah Ta’ala saat
hendak masuk rumahnya berkatalah syaithan: ‘kalian mendapatkan tempat
bermalam, dan apa bila dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak
makan,maka setan berkata : ‘ kalian mendapatkan tempat bermalam dan
makan malam.’” (Muttafaqun ‘alaih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar